Sempat Digusur dan Sepi! Angkringan BTC Jadi Tempat Favorit Buat Nongkrong
Penulis : Annisa Mutia
Selasa, 28 Mei 2024
Angkringan malam depan Benteng Trade Center (BTC) Solo, Minggu (26/5/2024). Foto : Annisa Ummi Mutia VivinSolo – Kota Solo memiliki banyak titik tempat untuk nongkrong santai dari kafe hingga angkringan low budget. Angkringan sangat mudah ditemukan di Kota Solo, karena sangat populer di kalangan anak muda. Salah satunya adalah angkringan malam di sepanjang jalan depan Benteng Trade Center (BTC) tepatnya pada di JI. Mayor Sunaryo, Kedung Lumbu, Kec. Ps. Kliwon.
Jalan di depan pusat perbelanjaan tersebut dulunya digunakan untuk wisata kuliner malam Galabo (Gladak Langen Bogan), dengan menutup akses jalan tersebut pada sore hingga menjelang pagi, namun hal tersebut dinilai kurang efisien sehingga ada penataan ulang.
“Dulu di sini buat kuliner malam Galabo mbak, dulu semua pedagang difasilitasi gerobak waktu zaman pak Jokowi jadi Wali kota Solo. Dulu penuh mbak pakai kursi, jalannya di tutup dari jam 17.00 sampai jam 24.00, tapi katanya tidak efisien dan mengganggu alur lalu lintas,” cerita dari Bejo (56 tahun) salah satu pedagang angkringan saat ditemui di lapaknya. Minggu (26/5/2024)
Dagangan angkringan Pak Bejo, di Angkringan BTC Solo, Jumat (31/5/2024). Foto : Annisa U Mutia V
Bejo menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman, mulai dari gorengan dengan harga Rp 2.000-an tiga, soto mulai Rp 3.000 sampai Rp 6.000, Nasi ayam dengan harga Rp 8.000-an. Serta minuman dari mulai es teh Rp 4.000, es sirup Rp 4.000-an, kopi kemasan harga Rp 5000-an hingga wedang ronde dan wedang jahe Rp 8.000-an.
Fendi Kurniawan (30 tahun) menjelaskan kuliner malam Galabo sudah berpindah di sebelah kiri bundaran Gladak, yang difungsikan sebagai lahan parkir pada siang hari, dan malamnya difungsikan untuk kuliner malam Galabo.
Fendi juga menambahkan bahwa semua pedagang yang berjualan di sini merupakan pindahan dari pedagang di depan Telkom Slamet Riyadi. Tempat tersebut dialihfungsikan menjadi cagar budaya, maka Pemerintah Kota Solo lalu memindahkan para pedagang ke depan BTC. Mereka bisa berjualan mulai dari pukul 18.00 hingga selesai dengan syarat tidak menutup akses jalan.
Seperti angkringan pada umumnya, Fendi juga menjual beberapa makanan dan minuman dengan harga yang hampir sama seperti mie rebus tidak pakai telur Rp 6.000, dengan telor Rp 10.000, minuman kemasan dari mulai minuman hangat hingga es dengan harga jual berkisar Rp 4.000 – Rp 6.000.
dagangan Suranto, Bakso goreng 1001 BTC, Solo. Foto :Annisa Ummi Mutia
Selain angkringan terdapat beberapa dagangan lain, Suranto (40 Tahun) pedagang bakso goreng , dia mengaku sebagai pendatang baru. Dia mulai membuka lapak setelah sepanjang Jl. Mayor Sunaryo tersebut ramai dikunjungi oleh pembeli.
“Untuk harga jual camilan kaya bakso goreng atau bakso bakar standar mbak, 1 tusuk Rp 1.000 atau Rp 2.000 itu semua sama rata dari ujung ke ujung supaya tidak bertengkar masalah harga mbak,” terang Suranto
Menurut Yoga pratama (23 tahun) pengunjung tetap angkringan di deretan jalan Mayor Sunaryo, makanan yang disajikan pada angkringan semua hampir mirip, yang membedakan hanya tempat duduknya.
Makanan yang tersedia pun menurut Yoga sangat beragam, dari mulai bakso goreng, bakso bakar, dimsum, ceker pedas dan kadang akan ada pedagang baru yang datang untuk sekedar menawarkan dagangannya, jadi kalau setiap minggu berkunjung dijamin tidak akan bosan dengan makanannya.
“Menurutku ini worth to visit mbak, karena suasananya juga ramai enak buat nongkrong sama teman, buat melepas penat seharian kerja atau kumpul buat ngobrol,” pungkas Yoga saat saya temui ketika sedang berkumpul dengan temannya.



Komentar
Posting Komentar